TeknoPlace.Com - Vendor jaringan asal China TPLink tidak hanya punya segmen kelas rumahan tetapi TPLink mempunyai beberapa produk Access Point kelas enterprise ini terlihat dengan dirilis nya beberapa seri EAP yang ditujukan kelas bisnis. Seri EAP cocok digunakan di perusahaan berlantai banyak, hotel ataupun tempat usaha cafe. Sebagai kelas bisnis atau enterprise tentu produk yang ditawarkan pun berbeda dari model dan softwarenya. Spesifikasi EAP 245 lengkap bisa klik Link berikut ini
Seri terbaru yang akan kita ulas kali ini adalah seri terbaru EAP 245 dengan banyak fitur diantaranya mirip fitur yang digunakan oleh Mikrotik yang dapat membagi bandwith hingga tersedianya aplikasi portal login sehingga nantinya dapat digunakan voucher untuk aksesnya. EAP 245 mendukung Gigabyte Ethernet dan sekaligus Ethernetnya dapat dijadikan power melalui PoE Injector dari adaptor khusus. Penggunaan PoE nantinya tentu tidak perlu menarik power adaptor lagi karena tentu dengan penggunaan enterprise yang tidak ribet dengan kabel, sehingga Ethernet dapat berfungsi sekaligus sebagai network dan Power PoE. Adapun Paket penjualannya antara lain terdiri dari


  • EAP 245
  • Mounting Kits
  • Guide Books
  • Adaptor

Desain Dan Body





EAP 245 On The Wall 

 Tampak Belakang

 Body Depan Dengan Sirip Pendingin

Port Hanya ada Lubang untuk penguncian, Reset, Ethernet dan Power


Aplikasi Penggunaan di Ruangan
Test Speed


Wireless test Speed Router Biasa, EAP Jarak 1 Meter dan EAP Jarak 30 Meter

Hasil Wireless Speed test menunjukkan speed 1.5 X lipat dari router biasa yang hanya 50an Mbps dibading EAP 245 yang mampu berlari pada 90 an Mbps pada frekuensi 2,4 Ghz Wifi bgn. Sedangkan pada jarak 30 Meter EAP hanya mampu memberikan speed yang rata2 hanya 4 Mbps saja. Hal ini cukup wajar mengingat semakin jauh jaraknya maka koneksi wireless akan down speed. Sedangkan di lain waktu kita akan coba test speed dengan mode 5Ghz Wifi AC.

Wifi Analizer Signal


Dengan 3 Router berbeda maka dapat diketahui seberapa besar perbandingan antar ketiganya, ketiga router tersebut antara lain adalah ASL 26555 ( Pulpstone ), Hame A2 , dan EAP 245. Ketiga ditest ditest dengan 2 jarak minimal ( 1 Meter Kiri ) dan maximal ( 30 Meter Kanan ) sehingga didapat hasil diatas.

EAP Controller

Berbeda di kebanyakan Access Point TPLink lainnya seri EAP ditujukan untuk bisnis ataupun enterprise tentunya fungsi dan softwarenya lebih diutamakan untuk beban user yang lebih banyak. Software TPLink EAP dapat diinstall secara terpisah yang dapat diinstall di PC ataupun Linux yang tentunya controllernya berbeda dengan WEBUI bawaan IP Access Point itu sendiri. Pengaturan EAP Controller dilakukan terpusat dan lebih sangat detail dari setting wireless, client, Maps dan tentu statistic user. EAP Controller ini juga mempunyai fungsi pengaturan Hotspot yang lebih lengkap daripada WEBUI bawaan TPLink, Dengan EAP Controller Operator dapat mengaktifkan fugsi portal dengan beberapa 5 pilihan, lebih banyak dibanding WEBUI bawaan yang hanya 3 Pilihan saja. EAP Controller dapat di Download gratis untuk pengguna Windows dan Linux dan untuk Windows dapat mendownloadnya diLink ini
Untuk menggunakan EAP Controller ada baiknya menggunakan ethernet cable karena saat menggunakan EAP Controller terjadi disconect saat menggunakan wireless. Bagaimana cara menggunakan EAP COntroller untuk menggantikan WEBUI bawaan TPLink ? Ini Caranya :

  • Hubungkan EAP Ke Router dengan Kabel Ethernet
  • Dan Hubungkan Router ke PC melalui Ethernet agar menjadi 1 subnet atau 1 jaringan lokal
  • Install EAP Controller
  • Setelah EAP Controller keluar pop up Launch Browser to Manage Wireless clik OK
  • Isi Data SSID dan Admin untuk menjadi administrator
  • Kemudian Next dan maka EAP Controller akan tampil dan status Pending
  • Klik Pending dan Adopt All
  • Masukkan Usernama Dan Password default yakni admin/admin
  • EAP Controller akan berubah menjadi Coinected dan EAP Controller siap digunakan untuk menggantikan WEBUI bawaan TPLink.
Tampilan EAP Cntroller

 Status Connected

 Membuat SSID Pertama kali ( 2.5Ghz )

 Membuat SSID Pertama kali ( 5Ghz )

 Client Check

 Statistics
 Statistics 2

Fitur Portal Hotspot

 Setelah Setting Wireless, Setting Portal

Untuk mensetting Portal langkah awalnya adalah mensetting bagian Wireless dulu kemudian kemudian setting Authentication Policy untuk membatasi IP Awal dan Akhir yang akan di blok oleh Portal. Nantinya setelah Authentication Policy dipilih edit dibagian wireless setting dan centang bagian Portal dan OK maka IP yang berada dalam batasan Authentication Policy akan dilempar ke Hostpot Portal. 
Hotpot portal ini pun dapat dipilih template nya atau operator dapat mengganti background dan logo Hostpot manager dengan gambar apapun.
 Membuat Voucher

List Voucher yang otomatis di generate saat membuat awal

 Portal Dengan Hotspot Voucher

Portal Dengan Hotspot Simple Password
Jenis Portal di EAP Controller ini menggunakan 5 jenis yakni None, Simple Password , Hotspot , External Radius Server dan External Portal Server.

Logo Dan Background Portal Yang Sudah Diganti

Pengaturan penggantian Logo dan background Portal dapat diganti dengan mudah tinggal upload saja dibagian portal setting maka sebelum di apply dapat dilihat dulu previewnya, bila sudah cocok maka tinggal apply saja. Dan bila ingin dikembalikan ke background semula klik restore.

SSID Maximal

Dalam jaringan wireless tentu ada SSID yang merupakan nama jaringan wireless itu sendiri, dan untuk kebutuhan usaha ataupun bisnis EAP 245 dapat di manaj sampai 16 SSID terdiri dari 8 SSID 2,4Ghz dan 8 SSID 5Ghz. Tentu pengkategorian wireless ini cukup difungsikan untuk client dimana client dapat diatur bandwith nya sesuai nama SSID yang digunakan. Misalnya untuk si Boz menggnakan SSID A dengan bandwith unlimited dan SSID B untuk karyawan dengan batasan speed hanya maximal 1Mbps saja.

 SSID 2,4Ghz Up To 8 SSID
SSID 5Ghz Up To 8 SSID

Apakah bisa diatur Bandwith masing masing Client per devices nya? Tidak, ESP 245 dengan EAP Controller hanya bisa membatasi bandiwith per SSID saja, sehingga tentu untuk membuat SSID perlu diperhatikan sebelum diakses untuk publik, Apakah akan di maanaj sama ataukah berbeda misalnya khusus untuk si Boz dengan unimited bandwith.

Map


Map ini sebenarnya lebih diutamakan untuk Engineer jaringan dalam mengemplementasikan jumlah koneksi wireless yang nantinya diukur dalam denah di dalam sebuah tempat. Map juga akan mempunyai fitur skala yang akan membandingkan dengan ruangan sebenarnya. Map ini nantinya akan mengatur penempatan AP yang akan mempengaruhi coverage area didalam ruangan itu.. Bila kami test sebuah AP EAP 245 dapat diakses wireless hingga 30 Meter didalam ruangan atau Indoor.

Kesimpulan
Dengan AP EAP TPLink EAP 245 setiap orang pun mudah untuk menjadi network administrator dalam sebuah jaringan, dengan software free EAP Controller dri TPLink pekerjaan jaringan akan diatur lebih mudah sehingga semua client pun dapat dipantau dari sisi beban dan lainnya. AP ini pun cocok digunakan untuk tempat usaha ataupun office dimana akses internet dibutuhkan. EAP Controller dapat memantau semua total bandwith client dan bila dirasa bandwith terganggu ataupun menjadi lambat dapat dilakukan limitasi speed ditiap SSID, sayangnya pembatasan bandwith tidak dapat dilakukan per devices atau IP karena tentu fiturnya berbeda dengan Mikrotik yang memang fungsinya lebih khusus.

Kelebihan
  • Jarak akses Wifi up to 30-40 meter
  • Sudah mendukung Wifi AC
  • Mendukung fitur Portal/ Voucher Kode
  • Cocok digunakan untuk Cafe dan Kantor
  • Pengaturan EAP Controller cukup mudah
  • SSID hingga 16
Kelemahan
  • Kelengkapan paket penjualan terbatas hanya Mounting wall dan Adaptor
  • Tidak disertakan PoE Injector
  • Harga yang cukup Mahal ( SRP Rp 1.6 Juta )
  • Tak dapat membatasi bandiwith Per IP/ Devices

Posting Komentar Blogger

 
Top