TeknoPlace.Com - Axioo merilis resmi Tablet Picopad S4 series yang merupakan penerus dari Picopad S3. Tablet S4 menggunakan sistem operasi Android Lollipop 5.1 dan juga prosesor Intel Sofia 3G-R seperti halnya pada S3. Prosesor Intel Sofia 3G-R menjadi prosesor spesial dalam perangkat S series, pasalnya berbeda dengan seri lainnya. Intel Sofia 3GR memiliki arsitektur 64-bit yang bisa memberikan dukungan kapasitas RAM empat kali lebih besar dibandingkan prosesor 32-bit. Sehingga membuat performa perangkat ini lebih efisien dan lebih cepat. Bila sebelum nya lewat smartphone Axioo i1 yang menggunakan Intel Sofia 3G yang sama namun masih menggunakan dualcore saja berbeda dengan tablet S4+ ini yang telah menggunakan Intel Sofia 3GR berbasis Quadcore tentu perfoma yang dihasilkan pun akan lebih baik.
  • Chipset : Intel SoFIA 3GR, Quad Core A7 1.2GHz
  • GPU : Mali-450MP4 GPU" Open GL ES 2.0
  • Seluler : DualSim Mini Simcard 850/900/1800/1900MHz WCDMA : 2100MHz
  • Connection : Bluetooth, Wi-Fi 802.11 b/g/n , GPS , Slot SDcard, 3G 7.2 Mbps
  • Dimension : 188mm (L) x 108mm (W) x 10.5mm (H) Weight : 278g
  • Size/Type : 7”, 1024x600 Pixels IPS LCD 5 point capacitive touch , 160 dpi
  • Speaker : Built-in microphone and loudspeaker 3.5mm audio jack
  • Internal :  16GB for S4+  ( 11,5GB Available Space ) , 8GB for S4 
  • RAM : 1.5GB DDR2
  • Camera : Primary : 5.0Mpx, Second : 2.0Mpx
  • OS : Android 5.1.1
  • ROM : Google Apps, Stock UI
  • Battery Capacity : 2200mAh for S4 / 2800mAh for S4+

Dalam perilisan ini juga Axioo memperkenalkan Axioo Picopad S4 dan S4+ yang membedakan adalah kapasitas batterynya dan storage internalnya pada S4+ yang tentu saja lebih besar. tetapi review kali ini akan kita coba dengan versi S4+ yang versi speknya lebih tinggi. Intel Sofia 3GR tertanam chipsset A-Gold 620 yang mengatur Wifi . B/T, GPS, B/T, PMU, Audio, sementara itu juga mempunyai sistem integrasi yang menangkap jaringan lebih luas seperti GSM/GPRS/EDGE, HSPA+ 21/5.8, DSDS, DvP membuat koneksi data terasa lebih responsif.
Desain

Desainnya cukup simple dan elegan seperti smartphone namun dengan tampilan layar yang lebih besar. bagian bawahnya terlihat desainnya melengkung agar lebih nyaman di genggam Tidak terlihat besar namun cukup berat untuk ukuran layar 7 Inch. Dibagian Samping kiri dan bawah tidak ada tombol atau port apapun sehingga tampak polos.
Sebelah kanan ada tombol power dan tombol volume yang desainnya sama rata dengan casingnya sehingga untuk menggapai tombol tersebut pun harus menekan agak keras karena tombolnya yang sama rata dengan casing.



Sedangkan bagian atasnya terdapat Port Jack Audio 3,5 mm serta port Charger. port untuk charger diletakkan diatas untuk kenyamanan agar mudah dipakai saat dalam kondisi charging sehingga tidak akan mengganggu kedua tangan untuk navigasi dilayar sentuhnya.


Dibagian bawahnya terdapat tombol Volume Up dan Down serta tombol Power dibawahnya. Ternyata masih ada 1 lagi tombol tersembunyi yaitu tombol reset. Belum dicoba secara pasti apa fungsinya sepertinya ini tombol untuk hard reset perangkat ke keadaan fresh. Casingnya terbuat dari plastic polycarbonate dengan warna hitam doff yang cukup meningggalkan bekas sidik jari. Slot Simcard berada dibagian atas dengan model bertingkat berjenis mini simcard atau ukuran standart.
Logo Intel Inside menandakan perangkat tablet ini ditenagai chipset Intel dengan platform  Sofia 3GR Quadcore.

User Interface
Axioo Picopad S4+ menggunakan stock Android UI seperti halnya Nexus tentu dengan basis Android AOSP namun dengan sentuhan UI Tablet yang didesain untuk layar besar bukan untuk smartphone. Bila kita melihat di bagian setting Axioo Picopad S4+ menggunakan menu Horisontal yang semua menu settingnya bisa diakses dalam satu halaman, berbeda dengan halnya smartphone yang semua diakses menu setting dengan scroll kebawah untuk melihat menu setting lengkapnya. Dengan UI ini maka pengguna dapat melihat hampir semua menu settingan dalam satu halaman Setting.




Pokemon Go Support

Spesifikasi


Axioo Picopad S4 mempunyai spesifikasi yang berbeda dengan kebanyakan tablet pada umumnya bila tablet lain lebih memilih untuk menggunakan Mediatek dan Broadcomm sebagai kelas mid end namun vendor Axioo menggunakan Chipset Intel Sofia 3GR Quadcore berbasis x86 seperti halnya pada PC. Chipset dengan basis X86 biasanya cukup menguras battery berbeda dengan berbasis ARM dengan daya yang lebih rendah.
Tablet ini juga dilengkapi RAM 1.5GB dan mungkin saja disaat tablet lain mengandalkan RAM 1GB atau 2GB. Berkolaboasi dengan Intel, GPU yang digunakan adalah Mali-450MP4 GPU" Open GL ES 2.0 yang dipercaya untuk merender grafic kelas menengah. Chipset Intel biasanya selalu kalah telak bila dilihat dan diukur dari test Antutu ini dikarenakan chipset berbasis Intel X86 tidak mempunyai perkembangan yang cepat oleh pihak Intel bahkan Intel akan mundur dari bisnis platform mobile.


Storage
Bila kebanyakan tablet tidak mementingkan kapasitas internal yang ditawarkan namun tablet ini sudah diintegrasikan eMMC atau penyimpanan internal sebesar 16GB. Tetapi yang dapat digunakan hanya sekitar 11.81 GB  saja. Tentu dengan slot SDdcard akan mebantu menampung penyimpanan lebih lewat external storage yang ditawarkan. Semua aplikasi yang didownload dari Playstore pun dapat dialihkan ke penyimpanan microSD.



Performa 
Perangkat mobile khususnya smartphone dan Tablet dengan chipset Intel tidak dapat berharap banyak tentang performanya karena Intel tidak begitu serius mengembangkan platform mobile bahkan kabarnya Intel angkat kaki dari persaingan perangkat keras untuk platform mobile. Meskipun dengan menggunakan Intel Sofia Generasi baru setelah Axioo i1 yang hanya dualcore namun perfoma chipset perangkat pada Axioo Picopad S4+ belum begitu maximal.
Hasil Test 2X menggunakan Antutu

Hasil Test 2x Performa Chipset Intel

Free RAM

Multitask Hanya 3 Aplikasi

Saat di test Antutu dan Geekbench pun hanya setara dengan Chipset besutan Qualcomm Snapdragon 400/410. Namun test dengan aplikasipun tidak menjadi seluruhnya menjadi tolak ukur tentang performanya dan secara real semua navigasi di layar sentuh dengan berbagai aplikasipun tidak ada kendala yang cukup berarti. Hasil ujicoba test menggunakan aplikasi pun lebih powerfull dibanding Intel Sofia 3G Dual core yang hanya meraih score antutu 11621 an.

Mutitouch Point
Bila semua tablet rata rata mendukung fitur multitouch atau titik sentuhnya kebanyakan dan rata rata dipasaran adalah 5 Touch Point namun sisi minus Axioo Picopad S4+ hanya mendukung 1 Touch Point saja Entah ini dukungan hardware atau Bug namun perangkat ini hanya mengenali satu sentuhan saja. Bila hanya mengenali 1 sentuhan saja tentu berpengaruh dengan penggunaan aplikasi atau games yang menggunakan jenis permainannnya didesain multisentuh.

GPS TEST
Saat pertama kali dicoba GPS tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga untuk mengaktifkan GPS nya agar lebih efektif settingan nya pun harus direset karena bila tidak direset GPS tidak dapat mengunci satelit secara maximal walaupun dalam waktu 1 jam. Namun bila GPS nya direset maka GPS akan lebih bekerja secara maximal.

Untuk mengunci satelit GPS Tablet Picopad S4+ membutuhkan kurang lebih 15-20 detik saja termasuk cepat  dan juga  tidak lambat dengan akurasi 16-18 meter. Artinya posisi kita akan meleset dari real nya sekitar 16-18 meter saja namun masih dalam kategori wajar alias normal.
Untuk Mereset GPS tekan Reset GPS dan Tap Get Xtra Data untuk pertama kalinya. Dalam Test ini saya menggunakan aplikasi Test GPS Fix untuk mereset GPS nya. Aplikasi dapat didownload di Playstore di Link ini.

SENSOR
Sensor merupakan sebuah hardware pelengkap untuk smartphone saat ini , semua konten dan aplikasi bawaan smartphone nantinya akan diatur oleh sebuah sensor entah itu yang berhubungan dengan Komunikasi Seluler ataupun untuk aplikasi serta games .



Sensor akan bekerja atas perintah OS yang akan mengatur bagian tertentu tergantung jenis sensor tersebut. Misalnya Sensor Accelorometer akan mengatur gerak dan mengenali smartphone pada posisi vertikal dan horisontal. Sensor Kompas untuk mendeteksi arah yang diperlukan saat navigasi GPS dan juga sensor sensor lain sesuai fungsinya. Sensor pada Axioo Picopad S4+ bila dibaca pada aplikasi Sensor BOX dapat dikenali dengan baik namun beberapa sensor tersebut tak sepenuhnya bekerja entah ini bug atau memang Hardware nya. Saat ditest menjalankan sensor Gyroscope di aplikasi Sensor BOX Kotak berwarna pada gambar diatas tidak dapat bergerak mengikuti arah tablet digerakkan, kotak tersebut hanya diam saja.
Beralih menggunakan CPUX Tidak ada sumbu rotasi XYZ yang berjalan misalnya pada sensor Gyroscope yang bergerak mengikuti sumbu XYZ dan tentu saja sensor ini tidak berfungsi. Diharapkan kedepannya Axioo harus memperbaiki kinerja sensor ini yang tidak dapat bekerja.

Camera UI
Beralih ke interface camera Tablet ini dibekali aplikasi kamera mirip dengan Google Camera meskipun fiturnya lebih sedikit dan sederhana karena memang tablet mempunyai keterbatasan hardware. Saat ini tidak banyak Tablet sekelas Samsung pun tidak mementingkan fitur kamera  di Tablet karena tentu saja hanya dianggap pelengkap belaka,



Kamera Axioo Picopad S4 dibekali dengan resolusi 5MP untuk bagian belakang dan 5 MP untuk bagian depannya. Saat dicoba kamera perangkat ini tidak mendukung autofokus dan saat digunakan untuk menjepret cukup cahaya seperti pada siang hari hasilnya pun tidak mengecewakan. Warna hijau daun pada gambar diatas tidak pudar dan masih cukup terlihat seperti aslinya walaupun brightness nya terlalu over untuk menangkap cahaya pada gambarnya.
Karena tidak mempunyai fitur autofokus maka foto yang diambil pun dapat blur sewaktu waktu karena beberapa bagian yang dijepret tidak dapat mengunci fokus pada bagian yang diinginkan.

Kelebihannya adalah meskipun hanya mempunyai kamera utama sebesar 5 MP namun kameranya masih sanggup untuk merekam video dengan resolusi rata rata saai ini yang tak kalah dengan smartphone yakni 1080P. Sedangkan kamera depan hanya sanggup diajak merekam video maximal 480P atau setara VGA.

Rear Camera Sample








Front Camera





Kesimpulan Secara Umum
Dalam hal desain  Axioo Picopad S4+ cukup bagus desainnya dengan lekukan bodynya dibagian bawahnya menambah aerodinamis saat dipegang walau sedikit agak berat. Saat terkoneksi dengan Wifi batterynya sanggup untuk diajak hingga seharian penuh untuk browsing atau saat digunakan menjadi 3G hotspot. Namun tablet ini tidak disiapkan untuk koneksi kencang 4G seperti halnya pada Axioo Picopad T1 yang dirilis tahun lalu.
Dibagian kamera utama tablet ini sanggup diajak memfoto objek berwarna seperti bunga dengan hasil yang memuaskan sedangkan untuk merekam video mendukung hingga 1080P yang jarang ditemui tablet lain meskipun tentu hasilnya tidak maximal karena secara umum tablet tidak diutamakan untuk sektor fotografi.
Kelebihan
  • Desain yang menarik menambah aerodinamis saat dipegang
  • Kamera utama mampu memberikan warna cukup memuaskan saat cukup cahaya ditambah mendukung merekam video 1080P
  • Terdapat tombol reset terpisah
  • ROM lebih lega 16GB ( Rata rata tablet adalah 8GB )
  • RAM 1.5GB lebih lega untuk multitasking
  • Layar lebih bagus dibanding Axioo Picopad T1
Kelemahan
  • Sensor terdeteksi lengkap tetapi beberapa tidak bekerja alias non aktif seperti Gyroscope, Pressure. Sound, Temperature, Light Sensor
  • Muktitask hanya maximal 3 Aplikasi berjalan di background
  • Belum mendukung 4G
  • Terasa Panas Saat Browsing dengan waktu yang cukup lama ( Ciri Khas Intel )
  • Kamera Depan tidak memuaskan
  • GPS harus direset untuk menggunakan pertama kali ( Lihat Review GPS )
  • Touch Point hanya 1 Titik Sentuhan saja.

Poskan Komentar Blogger

 
Top