TeknoPlace.Com - Stephen Elop adalah sosok seorang CEO kontroversial yang dinilai telah berhasil menghancurkan Nokia saat Android besutan Google berada dipuncaknya. Stephen Elop adalah seorang petinggi Microsoft yang akhirnya di angkat menjadi CEO Nokia kala itu dan sukses membuat Nokia gagal di kompetisi perangkat smartphone. Akibatnya Nokia terpaksa dijual oleh Stephen Elop ke Microsoft setelah para pemegang saham menyetujui niat tersebut. Setelah Nokia berhasil dijual kini Stephen Elop kembali ke Microsoft menjadi Executive Vice President of Microsoft Devices & Services. Dia memimpin Nokia antara tahun 2010 sampai 2014 dimana pada waktu itu Samsung dan Apple menjadi vendor terbesar di Dunia yang telah sukses di persaingan pasar smartphone dunia. Banyak pengamat teknologi yang berpendapat bahwa dialah sosok orang suruhan Microsoft yang sukses membuat Nokia menjadi pindah tangan ke Microsoft.
Tidak hanya itu saja setelah beberapa lama menjadi petinggi Microsoft datang kabar mengejutkan bahwa Stephen Elop mundur dari Microsoft sebagai Vice President Services dan sekarang menerima tawaran menjadi Salah satu Petinggi Komunikasi seluler terbesar di Australia Telstra. Bahkan banyak media Teknologi di Australia mengatakan bahwa " Microsoft to buy Telstra? Stephen Elop flies in to prepare the ground' lalu ada apa gerangan ?
Tentu bisa saja Petinggi Telstra yang baru Stephen Elop dapat melakukan hal yang sama dengan Nokia yaitu menjual perusahaan komunikasi terbesar di Australia ke Microsft karena Stephen Elop juga dengan mudah kembali lagi ke Microsoft setelah berhasil menjual Telstra. Di perusahaan baru ini Stephen Elop akan memimpin tim strategi agar pengembangan Telstra yang akan menuju perusahaan teknologi kelas dunia nantinya Stephen Elop akan melapor langsung ke CEO Telstra, Andy Penn.
Banyak analisis teknologi di Australia memandang negatif langkah Elop dalam menyusun strategi barunya kali ini pasalnya Stephen Elop termasuk dalam daftar CEO paling terburuk sepanjang sejarah teknologi. Tentu saja pengembangan komunikasi Telstra tidak jauh dengan kerja sama vendor raksasa lain karena Telstra tidak mungkin bekerja sendirian dalam mengembangkan teknologinya. Microsoft bisa juga menjadi partner dalam adopsi software atau OS dan divisi perangkat kerasnya bekas Nokia yang ada dibelakangnya. Lalu apakah tujuan Stephen Elop kali ini menerima tawaran Telstra ?

Poskan Komentar Blogger

 
Top