TeknoPlace.Com - Axioo menggebrak pasar tablet type terbaru yang merupakan pembaruan sebelumnya yang dinamakan Axioo Windroid 10G+. Terlihat dari namanya Tablet ini merupakan tablet hybrid dual os yang menggabungkan Windows 10 dan Android Lolipop 5.1 Secara pre installed. Berbeda sebelumnya yang hanya menggunakan OS Windows 8.1 dan Android Kitkat meskipun versi Windows nya dapat diupdate ke Windows 10 tetapi Windroid 10G+ mempunyai layar yang sedikit lebih lega yakni 10.1 Inch. Axioo Windroid 10G+ sudah di aktifvasi Windows 10 secara out the box jadi versi Axioo Windroid 10G+ ini merupakan tablet Dual OS pertama di Indonesia yang menggunakan lisensi resmi Microsoft Windows 10.

Spesifikasi :
OS
Dual OS : Windows 10 & Android Lollipop 5.1
Processor / Chipset
Intel® Baytrail-T Quad Core Processor Z3735F
(2M Cache, 1.33GHz up to 1.83 GHz)
General
GSM : 850/900/1800/1900MHz
WCDMA : 2100MHz
Size
Dimension : 257.6mm (L) x 172.2mm (W) x 9.7mm (H)
With Keyboard Dock : 231.2mm (L) x 147.5mm (W) x 20.8mm (H)
Weight : 470g, 600g (with Keyboard Dock)
Display
Size / Type : 10.1”, 1280x800 Pixels
IPS LCD 10 point capacitive touch
Sound
Speaker : Built-in microphone and loudspeaker
3.5mm audio jack for stereo headset interface
Decoder : MP3, MIDI, AAC, AAC+, eAAC+, WMA, PCM
Storage
Internal : 32GB
Slot : MicroSD up to 128GB
Memory
Internal : DDR3 2GB
Data
GPRS : Class 12
EDGE : Class 12
3G : WCDMA 7.2 Mbps
WLAH : Wi-Fi 802.11 b/g/n
Bluetooh : Yes, Ver4.0
USB : Yes, Micro USB 2.0 OTG, High-Speed client, connector with data sync,
power charging features. mini 5pin
Camera
Primary : 2.0MP
Video : Video Record : H.263, H.264 AVC, MPEG-4 SP
Second : 0.3MP
Feature
Messaging : SMS(threaded view), MMS, Email, Push Mail, IM, RSS
Browser : HTML Support Adobe Flash
Games : Yes
HDMI/Video Support : Yes Micro HDMI 1.4a/AVI (H.264, DIVX, XVID, rm, rmvb, MKV, WMV, MOV, MP4, MPEG, MPG, FLV. HD 1080P max )
Software :
Windows 10 Home SL
Android Lolipop Home Screen
Adaptor
Input / Output : AC input: 100~240V, 50-60Hz. DC Output: 5V/2A
Battery
Capacity : 6000mAh (Lithium)/3.7V
Work Time : 3-4 hours
Standby Time : 40 Hours
Available Color
Black

Windroid 10G+ mendukung 10 titik layar sentuh seluas 10.1 Inch dengan resolusi yang sama seperti sebelumnya 1280x800 Pixel yang ditenagai oleh Intel Atom Quadcore Intel Atom 1.33-1.83 Ghz dengan perpaduan battery 6000 mAH yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan mobilitas sehari hari. Untuk konektifitasnya perangkat ini dilengkapi 2xUSB standart, Port HDMI dan Built In Bluetooth 4.0 sedangkan bagian storage internalnya 32GB tetap tidak ada perubahan. Bila tidak mencukupi pengguna dapat menggunakan One Drive Storage gratis dari Microsoft dan slot MicroSD up to 128GB. Uniknya bila dockingnya di gabungkan maka Axioo Windroid 10G+ mempunyai 3 USB Port yang terdiri dari 1x USB standart dan 1x USB Micro di tabletnya sedangkan docking keyboadnya hanya mempunyai 1xUSB standart dibagian sisi kanan dockingnya. Sayangnya tidak ada upgrade signifikan dibagian hardware selain besar layarmya padahal konsumen menginginkan spesifikasi yang lebih baik dari sebelumnya.

Unboxing :







Design :




Axioo Windroid 10G+ masih menggunakan material plastik yang sama seperti Axioo Windroid 9G+ bodynya terlihat kokoh dan solid dengan warna Full Black graphite yang terlihat elegant. Motif bagian kanan dan kiri sedikit terlihat lebih banyak dengan seri pendahulunya. Bagian depan Tablet terlihat kamera 2MP yang sekarang terletak di bagian tengah. Sisi bagian atas hanya ada tombol power dan Volume  Plus Minus sedangkan bagian bawahnya hanya ada magnetic dock dengan 2 sisi slot untuk menempatkan tablet agar dapat berdiri.Sayangnya Sudut kemiringan Layar dengan docking hanya kurang lebih 120 derajat kurang nyaman untuk penggunaan lama padahal saya sangat mengharapkan sudut layar dapat dibuka dari dockingnya hingga minimal 160 derajat.
Belajar dari Acer One 10 yang menggunakan Harddisk pada bagian docking keyboardnya Axioo tidak menggunakan harddisk pada docking keyboardnya karena kasus seperti Acer One 10 banyak menimpa penggunanya. Lalu apakah kasusnya? Acer One 10 mempunyai docking seperti Axioo Windroid karena Acer menggunakan Harddisk pada bagian dockingnya. Banyak keluhan pengguna bahwa docking magnetic acer selalu sering disconnect sehingga harddisk akan kehilangan power mendadak. Bila keseringan disconnect dan harddisk selalu kehilangan power maka harddisk di docking pun bisa rusak atau jebol. Karena baiknya bila docking menggunakan harddisk seharusnya docking pun diberikan power input terpisah dari tabletnya sehingga harddisk pun aman. Axioo sengaja tidak menggunakan harddisk tambahan karena akan menambah biaya harga jual pada perangkatnya ini.
Sekarang Windroid 10G+ mempunyai logo Windows pada bagian sisi bawah tablet ini artinya Axioo Windroid 10G+ mempunyai lisensi Windows 10 resmi dari Microsoft.










Sisi bagian kiri terdapat sederetan port antara lain SimCard, MicroSD, USB standart , HDMI, USB Micro, Port Audio dan Mic, sedangkan sisi kanan hanya ada speaker. Speaker ini mempunyai suara stereo pada bagian sisi kiri dan kanannya. Meskipun bagian tablet terdapat slot USB Standart masih ada 1 Slot USB port standart pada bagian sisi kanan dockingnya. sehingga total mempunyai 2 x USB Standart bila Tablet ini digabungkan dengan dockingnya. Cukup mengalami kemajuan yang mana tablet Windroid 9/9G+ hanya mempunyai MicroUSB pada bagian tabletnya.

Perbandingan dengan Windroid 9G+









Axioo Windroid 10G+ terlihat lebih besar daripada Windroid 9G+ selain karena layar yang berbeda yakni 10.1 Inch dan 8.9 Inch tentu saja frame dari Windroid 10G+ terlihat lebih lebar di keempat sisinya daripada Windroid  9G+. Berikut perbandingan ukuran frame dari Windroid 9G+ dan Windroid 10G+.



Magnetic Dock

Desain magnetic dock terlihat ada perbedaan dengan seri Windroid 9G+ yang hanya menempel langsung dengan magnetic nya namun lain halnya dengan Windroid 10G+ yang terdapat tombol untuk mengunci dan melepas dockingnya hanya dengan sekali tekan. Tombol ini sekaligus memberikan penguat agar tablet tidak selalu disconnect mendadak dengan keybordnya.



Dual OS

Perangkat ini memberikan kemudahan bagi pemakainya dan sekaligus memberikan 2 manfaat dengan memanfaatkan dual OS yang ada,karena mempunyai 2 OS maka dapat digunakan mana yang lebih dibutuhkan misalnya pekerjaan kantor pengguna dapat menswitch Windroid 10G+ ke OS Windows 10 sedangkan untuk hiburan dan multimedia pengguna dapat menggunakan OS Android Lolipop 5.1 yang ada. Keuntungannya adalah pengguna tidak perlu membeli 2 perangkat tablet yang berbeda dan dapat digunakan seluruh anggota keluarga.

Windows 10












Saat menghidupkan tablet pertama kali Axio Windroid 10G+ sudah dalam keadaan teraktivasi sehingga tablet ini sudah mempunyai lisensi resmi Windows 10. Lisensi ini pun sepertinya berimbas pada harganya yang sedikit jauh lebih mahal selain itu ada juga faktor karena ukuran layar 10.1 Inch lebih besar dari sebelumnya. Storage awal yang tersedia saat perangkat ini dihidupkan adalah sebesar 14.4GB.
Axioo Windroid 10G+ bekerja di atas OS Wndows 10 layaknya PC jadi jangan kuatir bila perangkat ini tidak mendukung software seperti di PC atau Laptop. Software di PC atau di Laptop dapat dijalankan baik di perangkat tablet hybrid ini.

Android 5.1 Lolipop









Axioo Windroid 10G+ juga dilengkapi dengan OS Android 5.1 Lolipop dengan interface baru yang didesain khusus tablet dengan layar besar. Sekarang interface Android Lolipop diperangkat ini mempunyai 2 tab yang berbeda. Contohnya bila membuka Gmail maka akan ada 2 Tab yang bagian tab kiri berisi daftar pesan atau menu sedangkan tab dibagian kanan akan menampilkan isinya.
Storage awal yang tersedia pada OS Android Lolipop pada perangkat ini adalah 3.84 GB sama seperti Windroid seri 9G Series.

Performa Android






Axioo menggunakan chipset Intel Atom Baytrail Z3735F yang berjalan pada 1.83 Ghz serta dipadukan RAM 2GB untuk kinerja multitaskingnya. Semenjak menggunakan Windroid 9G Series kami tidak pernah merasa mengalami gejala lag selama digunakan untuk non games. Untuk harian perangkat dengan hardware ini sudah lebih dari cukup untuk menjalankan aktifitas ringan ataupun berat kecuali games berat. Menurut Situs resmi Intel perangkat dengan Intel Atom Baytrail Z3735F hanya dapat menampung RAM maximal 2GB saja, sehingga bila ingin menggunakan RAM yang lebih besar Axioo harus mengganti chipset dengan seri yang lebih tinggi agar mendukung untuk RAM yang lebih tinggi.
Axioo Windroid 10G+ secara default menjalankan OS Android 5.1 Lolipop 32-bit padahal secara hardware dari chipset Intel Atom Baytrail Z3735F telah mendukung komputasi 64-bit. Software yang memanfaatkan 64-bit hanya dibagian kernelnya saja dengan versi Linux Version 3.10.62 X86_64 sehingga dapat dikatakan software OS dan kernelnya tidak seimbang. Semoga saja Axioo mengeluarkan update OS 5.1 yang mendukung penuh 64-bit untuk platform x86.








Jenis Sensor


Perangkat ini hanya mendukung sensor accelorometer buatan KIONIX saja tanpa adanya sensor pendukung lainnya. Biasanya tablet dengan dual OS Windows ini hanya digunakan dalam mode diam. Jadi perangkat ini lebih cocok menggunakan sensor accelorometer saja untuk fungsi auto rotate pada layar dan juga untuk bermain games. Semua sensor tersebut sebenarnya lebih cocok untuk diaplikasikan ke smartphone daripada tablet dengan layar besar.

Multitouch


Axioo Windroid 10G+ mengalami peningkatan multi sentuhnya yang sebelumnya 5 titik di Windroid 9G series menjadi 10 titik  di seri Windroid 10G+.

GPS


Sungguh disayangkan adalah perangkat ini tidak dilengkapi adanya GPS Receiver secara hardware namun GPS diperangkat ini hanya bekerja berdasarkan lokasi based operator station jadi GPS yang dipakai adalah aGPS atau yang sering disebut GPS Assistant. Sehingga bila membuka Google Maps maka data titik lokasi yang didapatkan adalah based operator station terdekat.

Camera


Kamera di perangkat tablet pada dasarnya adalah untuk pelengkap perangkat itu sendiri dan kamera depannya banyak difungsikan untuk video call dengan lawan saja. Kamera  Axioo Windroid 10G+ masih tetap menggunakan resolusi rendah 2MP untuk utama dan 0.3 MP/VGA untuk depannya jadi jangan harapkan lebih untuk performa kameranya. Tablet memang tidak cocok digunakan untuk menjepret foto karena body yang besar dan tidak mudah di pegang.
Secara teori  Axioo Windroid 10G+ mendukung perekaman video 720p pada bagian utama dan 480p untuk kamera depannya.

Hasil Foto Kamera Utama


Indoor


Outdoor
Kamera Depan




Warning : Pemasangan Simcard



Slot Simcard Axioo Windroid 10G+ menggunakan microsim yang lebih baik dibanding slot micro pada series sebelumnya karena sim micro terkadang tidak dapat membaca simcardnya. Entah lupa memberikan tanda atau bagaimana ternyata slot simcard ini tidak mempunyai gambar sehingga pengguna harus berhati hati dan jangan sampai terbalik.
Slot simcard yang terbalik kemungkinan tidak dapat ditarik kembali sehingga menyebabkan resiko pada slotnya. Pastikan simcard pengguna menggunakan jenis micro dan pasang sesuai gambar diatas.

Kesimpulan

Axioo Windroid 10G+ merupakan produk pertama di Indonesia sebagai produk garansi resmi yang menggunakan dual OS serta lisensi resmi Windows 10,namun dengan adanya lisensi ini penggua harus membayar lebih mahal karena kabarnya Microsoft sudah tidak lagi menggratiskan tablet windows dengan layar 10 inch atau keatas.
Tampilan warna full black graphite nya terlihat lebih elegant dan frame yang tebal terihat kokoh serasa menggunakan netbook. Orang lain mungkin tidak percaya bahwa perangkat ini merupakan tablet hybrid yang dapat dibongkar pasang menjadi tablet dan netbook. Meski begitu untuk tablet ini masih menggunakan storage 32GB yang dirasa cukup kurang bagi penggunanya. Pemasangan Simcard micronya pun harus berhati hati pasalnya slot simcard tidak ada keterangan gambar posisi untuk memasukkannya. Tampilan OS Android nya pun sekarang lebih nyaman saat digunakan untuk layar besar karena UI aplikasi nya seperti Gmail didesain untuk tablet sama seperti tablet dengan OS Honeycomb pada jaman dulu dengan 2 tab sisi, namun sayangnya lagi lagi saat memilih menu di setting hanya muncul 1 tab saja seperti smartphone. Menu Setting UI nya belum mode full tablet yang hanya 1 Tab.Padahal dengan Layar besar seharusnya mode Full Tablet dengan 2 Tab lebih fungsional.
Dengan battery 6000 mAH pengguna pun sekarang dimudahkan dengan pekerjaan yang akan dapat dikerjakan dimanapun berada tanpa memikirkan battery cepat habis. Mode ketahanan Battery nya akan di test dalam update berikutnya!!!!

Kelebihan
  • Sudah menggunakan Windows 10 Lisensi resmi dan Android 5.1 Lolipop
  • Layar besar 10.1 Inch mendukung 10 touch point
  • Desain Docking baru dengan tombol lock dan unlocked magnetic nya
  • Port lengkap termasuk 1x USB Standart dibagian tabletnya
  • Kapasitas battery lebih besar 6000 mAH yang sebelumnya hanya 4800 mAH
  • MicroSD Up to 128GB
  • Desain lebih kokoh frame nya lebih tebal serasa Netbook.
  • Dual Speaker di kedua sisi tablet
Kelemahan
  • Bahan material tidak ada peningkatan signifikan
  • Menu Setting UI nya belum mode full tablet yang hanya 1 Tab.Padahal dengan Layar besar seharusnya mode Full Tablet dengan 2 Tab lebih fungsional.
  • Sudut kemiringan Layar dengan docking hanya kurang lebih 120 derajat kurang nyaman untuk penggunaan lama
  • Bug SdCard masih ditemukan saat switch antar OS
  • GPS tidak ada
  • Storage Internal tidak ada peningkatan yang hanya 32GB
  • Camera Tidak ada peningkatan
  • Sensor  yang available hanya Accelorometer saja

Poskan Komentar Blogger

 
Top