TeknoPlace.Com - 
Teknologi Wifi makin berkembang, setelah melalui teknologi Wifi a/b/g/n kini hadir 2 standar wifi baru lagi yaitu AC dan AD. Nah kalau AD adalah wifi berkekuatan dashyat (memakai freq 60GHz) hingga bisa transmit data ke layar monitor maka untuk kebutuhan data biasa sedang dipersiapkan standar AC (memakai freq 2.4GHz & 5GHz).
Sebenarnya teknologi Wifi N juga ada yang bisa bekerja di 5GHz tapi industri lebih suka menggantinya ke AC karena kemampuan maksimal AC yang bisa ditingkatkan lebih sementara N sudah mentok.
Wifi AC dalam dunia marketing lumayan membingungkan karena dibuat sampai 10 kecepatan dengan kode ACxxx - ACxxxx, yaitu paling rendah AC600 hingga AC3200. Tiap angka dibelakang AC menandakan speednya, dengan uraian sebagai berikut:

Type2.4 GHz Mbit/s5 GHz Mbit/s
AC600150433
AC750300433
AC1200300867
AC1300400867
AC1450450975
AC16003001,300
AC17504501,300
AC19006001,300
AC23506001,733
AC32006002,600
sumber: wikipedia

Nah kali ini kita mereview yang AC1750, ada alasan khusus kenapa mereview yang AC1750 bukannya AC600 atau AC3200. Harga. Ya, karena harga AC1750 saat ini bertengger di 1.5-1.7jtan sementara naik 1 tingkat sudah 2jtan sementara turun 1 tingkat tak jauh beda sehingga AC1750 paling pas alias value (harga vs performa cukup seimbang)
Kecepatan oke, harga oke tapi ada yang tak oke yaitu perangkat gadget termasuk laptop masih sangat jarang yang support wifi AC terutama laptop/gadget kelas menengah kebawah. Jadi sebenarnya agak mubazir membeli wifi AC saat ini. Meski begitu Archer D7 ini menawarkan beberapa hal yang bisa dipertimbangkan jika Anda ingin membeli atau mengupgrade router Anda. Berikut alasannya:
- RAM, seperti ponsel, router juga ada RAM, nah meski tidak tertulis di spek dari hasil browsing RAM digunakan sudah 256MB, router kelas bawaan ISP masih berkisar 16-32MB. Sementara router dibawah 1jt masih kebanyakan 64MB. RAM sangat membantu terutama sedang streaming video melalui jaringan wifi.
- Sudah ada modem di dalam, jangan salah beli tipe Archer C7 karena C7 hanya berfungsi sebagai router artinya Anda harus memiliki modem ADSL/Cable . Sementara D7 sudah ada modem di dalam. Jadi tidak perlu modem tambahan lagi.
- Modem Archer D7 adalah hybrid karena support modem ADSL dan EWAN. ADSL adalah modem yang pakai jalur telepon seperti speedy. Sementara EWAN adalah modem yang pakai teknologi kabel/fiber seperti Firstmedia/Indiehome. Nah dengan memakai D7 Anda tak perlu beli banyak2 modem karena semua standar di pasaran sudah didukung.
- Standar wifi didukung semua, Archer D7 bisa mendukung perangkat wifi A, N, AC yang bekerja di frekwensi 5GHz. Sekaligus support wifi B, G, N yang bekerja di frekwensi 2.4GHz.
- Bila tertangkap signal 2.4GHz speed maksimumnya adalah 450mbps. Tapi jika tertangkap signal 5GHz maka speed maksimumnya adalah 1.3Gbps. Wah ini melebihi transfer rate kabel Gigabit yang maksimalnya 1Gbps. Kecuali lawan 10 Gigabit yang maksimum speed rate 10Gbps tentu masih kalah jauh namun 10 Gigabit harus memakai kabel higher grade copper.
- 3 Antena dualband. Antena ini bisa memancarkan frekwensi 2.4GHz dan 5GHz.
- 4 LAN port salah satunya Ethernet WAN (EWAN) untuk koneksi ISP kabel
- Ada 2 port USB 2.0, fungsinya tinggal pasang USB sesuai fungsinya, kalau pasang flashdisk bisa sharing isi flashdisk ke semua komputer, kalau pasang HDD external portable juga kuat karena USBnya mempunyai power cukup sehingga HDD external portable tidak butuh tenaga tambahan, pasang printer jadi printer server, semua komputer bisa print melalui wifi.
- Pengaturan setting ISP sangatlah mudah, cukup tekan auto detect lalu masukkan username dan password speedy Anda dan udah gitu aja. Langsung internet nyambung.
- Bisa diset jadi FTP server untuk akses jarak jauh
- Parental controls untuk memperbolehkan device tertentu hanya bisa buka website tertentu.
- Guest Network, bikin SSID bayangan buat tamu berkunjung lalu dikasih ip-based bandwith control sehingga bisa diatur kecepatan koneksi si tamu
- Bisa atur pemakaian internet berdasarkan waktu yang ditentukan, misal setiap Senin & Jumat pukul 10-17 atau setiap hari tapi jam 08-14 mati..
Sementara itu kelemahannya:
- Jangkauan sangat pendek, meski memakai 3 antena tapi jangkauan wifi sama dengan router N yang dikasih sama speedy. Jadi yang berharap jarak dengan memakai router ini tampaknya Anda harus cari router jenis lain
- Kecepatan mubazir, meski digadang-gadangkan kecepatan wifi ac super cepat dan seterusnya kenyataannya belum ada atau hampir belum ada device atau laptop yang support wifi ac kecuali tipe-tipe hi-end, wah mau cepat kalau jadi boros jadi malas juga kan
- Meski diiklankan future proof saya rasa ini bukan waktu baik membeli router wifi ac karena harganya masih sangat mahal, router N dengan fasilitas cukup oke juga bisa dibeli dengan harga 1/3 dari router ac, mending pakai router N dulu lalu tunggu gadget dengan wifi ac sudah merajalela baru deh ganti router ac karena saat itu bisa jadi router ac jadi 1/3 harga sekarang.
- Membuat wifi laptop AC bisa dikasih USB adapter wifi AC seperti TPLink T4U tapi lagi2 tambah dana Rp449rb untuk sebuah adapter AC USB 2.0 (USB 2.0 max bandwith hanya 450mbps).
- Membuat wifi ponsel yang belum AC jadi AC adalah tidak memungkinkan karena sudah embedded di chipset ponsel.
- Kecepatan tidak mengagumkan, padahal sudah saya update firmware tapi transfer rate terbaca hanya 12mbps write dan 77mbps read (dengan settingan n only). Artinya bottleneck memang ada di gadget kita, bisa flashdisk kita, bisa kondisi rumah yang sekat2, bisa karena laptop dll. Mirip banget dengan jalan tol luar jakarta saat mau masuk kota jakarta, mau digimanakan juga macet :)
.
Berikut foto perangkat Router Wifi AC1750 Archer D7:
Kotak Archer D7

Kotak Archer D7

Kotak Archer D7

Kotak Archer D7

Kotak Archer D7

Unboxing

Manual

Manual

Manual

CD Setup

Adaptor

Adaptor 2.5A

ADSL Splitter

3 antena dualband

Kabel LAN

Kabel telepon

Router TPLink Archer D7

Router TPLink Archer D7 tampak atas

Tampak bawah

Informasi router

Konektor antena, ADSL, 2 USB, WIFI, WPS, Reset, Antena, EWAN, 3x LAN port biasa, tombol power, power, antena

Tampak samping

Tampak depan

Tampak samping

Pasang 3 antena

3 antena dualband

Konek LAN ke laptop untuk setting pertama

Pastikan konek pertama pakai kabel LAN karena sekalian digunakan untuk upgrade firmware

Masuk ke menu awal

Langsung upgrade firmware

Upgrade firmware

Upgrade firmware

Status

Status

Quick setup (setting speedy)

Quick setup (setting speedy)

Quick setup (setting speedy)

Quick setup (setting speedy)

Quick setup (setting speedy)

Quick setup (setting speedy)

Quick setup (setting speedy)

Quick setup (setting speedy)

Quick setup (setting speedy)

Operation mode

DSL WAN interface

Interface grouping

LAN settings

IPv6 LAN setting

MAC clone

ALG

DSL

IPsec

IPTV

DHCP

DHCP Client List

Wireless basic setting 2.4GHz

WPS setting

Wireless security setting

Task schedule

Wireless MAC filtering

Wireless LAN Advance setting

Wireless station status

Wireless basic setting 5GHz

WPS setting

Wireless security setting

Task schedule

Wireless MAC filtering

Wireless LAN advance Setting

Guest Network

USB Mass Storage

User account

Storage sharing setting

FTP server sharing

Media server sharing

Print server setting

Default gateway setting

Static route

RIP setting

IPv6 default gateway

Virtual server

DMZ

UPNP

Parental control

Firewall rules

IPv6 Firewall Rules

IPv6 Tunnel

Bandwith control

ARP list

DDNS

Diagnostic tool

System Log

Time setting

Management setting

CWMP setting

SNMP setting

SNMP setting

Backup & Restore

Factory defaults

Firmware upgrade

System reboot

Traffic statistic

Wifi status

LAN speed test

Speedtest OOkla

Firmware lama vs baru

Tes speed di android
Tes wifi dengan inSSIDer

Tes wifi dengan inSSIDer

Tes wifi dengan inSSIDer

Tes wifi dengan Xirrus

Tes wifi dengan Xirrus

Tes wifi dengan Xirrus

Tes wifi dengan Xirrus

Pingtest
Konek ke printer HP (padahal prnter ini tidak termasuk dalam compatibility list loh)

Bisa print dan scan via wifi, lancar


Kesimpulan:
Sebaiknya berfikir ulang untuk membeli TP-Link Archer D7, penjelasan mudahnya begini, router ini dikasih 2 port USB untuk media streaming, dimana tancap flashdisk atau HDD langsung bisa diakses secara nirkabel, apalagi didukung wifi AC1750 hingga max speed 1.3Gbps tampaknya keren tapi kenyataannya port USBnya adalah USB2.0 yang mempunyai transfer rate max 480mbps, nah ngaco kan, routernya mampu transfer data hingga 1.3Gbps tapi bottleneck terjadi di interface USB 2.0. Entahlah apa yang dipikirkan insinyur TP-Link saat merancang produk ini. Lalu ada yang berdalih kan bisa buat internetan, hahaha, mana ada internet di Indonesia sampai hitungan Gbps, speedy 2mbps saja sudah mewah utk user di luar ibukota. Lalu bisa buat transfer2an data antar laptop, lah laptop yang sudah wifi AC mungkin harus beli Macbook puluhan juta. Laptop rumahan rata2 masih kisaran B/G, N juga mungkin belum merata.
Selain itu jangkauan wifi yang sempit, kena 2 sekat tembok sudah bye bye bye. Lalu 3 antena yang kelihatan sangar entahlah buat apa fungsinya. Mungkin buat kosmetik aja biar terlihat keren.
Selain itu harganya sangat mahal (bila dibanding versi N), router ini berkisar 1.6-1.9jt, nah kalau segitu belum layak beli tunggulah karena hampir dipastikan bakal menginjak harga dibawah sejuta, dan menurutku harga wajar tak melebihi Rp750rb utk kemampuan router ini. Jadi intinya produk ini bukan produk jelek tapi overprice saja.
Jika ada yang perlu dikasih penilaian postifi adalah fiturnya yang lancar semua, artinya tidak ada kesulitan dalam pengaturan ISP maupun fitur2 lain seperti baca USB, semuanya mudah dilakukan dan tidak ada stress saat memanfaatkan fitur router Archer D7 ini. Namun seandainya saja saya dikasih pinjam pakai seminggu (tidak harus beli dahulu), unit ini akan saya kembalikan serapi2nya dan kembali memakai router yang dikasih speedy, biar butut tapi toh jangkauannya sama.
.
Firmware upgrade:
.
Spesifikasi:
.
My other posts:

TP-LINK Wireless Dual Band Gigabit ADSL2 Router Archer D7 [AC1750]



Poskan Komentar Blogger

 
Top