TeknoPlace.Com - Seorang remaja bernama Ahmed Mohamed menciptakan sebuah jam digital rakitan yang akan ditunjukkan oleh guru sains nya, tetapi bukan membuat gurunya senang malahan gurunya menganggap jam digital rakitan tersebut adalah sebuah jam yang ditaruh dalam koper. Tapi remaja muslim berusia 14 tahun ini malah dilaporkan gurunya ke polisi karena jam tersebut di anggap berbahaya.
Ahmed Mohamed memang sangat gemar utak atik bahan bahan yang berbau elektronik , dia membuat jam digital rakitan yang berbunyi detik seperti layaknya bom.Saat jam isitirahat berbunyi polisi menangkap ahmed dan menginterogasi selama satu setengah jam. Aku suka sains, tapi sepertinya aku dianggap sebagai ancaman karena kulitku yang coklat," , Aku merasa seperti kriminal," Ujar Ahmed
Entah bagaimana berita ini cepat menyebar ke seluruh Amerika hingga sampai ke Istana negara Amerika dan saat itu Presiden Obama memberikan dukungan untuk anak tersebut, dalam tweet nya Presiden Obama mengundang Ahmed untuk membawa jam rakitan tersebut, dalam sekejab tagar #IStandWithAhmed pun ramai di Twitter sebagai bentuk dukungan Ahmed untuk berkarya. Selain Obama yang ingin mengundang Ahmed ke Gedung Putih, dukungan juga cepat mengalir dari para petinggi raksasa teknologi di Silicon Valley. Facebook, Nasa , Google, Twitter, Box, sampai Autodesk berlomba-lomba untuk mengajak Ahmed untuk datang ke kantor mereka. Google pun telah menyiapkan tiket untuk mengundang ke Google Science Fair 2015 dengan menyuruh Ahmed membawa karya Jam digital rakitan tersebut.

Ahmed berkata " Semua itu terasa sangat luar biasa " begitu mengetahui dirinya di undang oleh raksasa Teknologi IT. Hidup Ahmed sekarang sungguh berbeda, sekarang dia menjadi remaja terkenal di mata Pejabat Pemerintahan Amerika dan Petinggi Raksasa IT , tinggal bagaimana Ahmed memanfatkan ilmunya dimana dia nantinya akan belajar dan menjadi orang yang dibutuhkan  di dunia teknologi.

Poskan Komentar Blogger

 
Top